tongpes n tangkos,..

blep,.. blep,.. blep,.. vario ku tersendat,.. ups,.. pasti bensin abis, maklum, tadi pagi emang liat jarum penunjuk sudah ke posisi di bawah e. karena dah telat aja ma keyakinanan yang kuat bahwa bensin masih cukup buat pp kos-kantor-kos, tanpa peduli kutancap gas dalam-dalam mengejar absen.

tapi sore nya,.. setelah perempatan tugas, vario ku tersendat-sendat merespon tarikan gas yang kulakukan. dan akhirnya  sama sekali tidak merespon tepat di samping bus kota yang merapat menjemput penumpang. mana spbu masih 2 km lagi,.. trus jadi inget, duit di dompet tinggal 1ooo idr!  bener-bener tongpes n tangkos, dah kantong kempes, tangki kosong pula! pfufff! kucoba merancang skenario; ntar beli bensin di pinggir jalan trus waktu bayar pura-pura baru tau klo duit abis, trus ninggalin ktp ato sim, ato stnk? sim ajah kali yah, sim a lagi.

dari jalan pemuda belok k kiri k arah jalan layur, menyusuri kios-kios di depan pemakaman sepanjang jalan layur, semoga ada yang bensin, harapku. kios tambal ban pertama ternyata tidak ada stok bensin, “d perhubungan mas” jawabnya sambil menunjuk k arah komplek perumahan perhubungan di ujung jalan layur. thanx god, g begitu jauh. paling 1 km. masih menyusuri jalan layur, kucuri pandang tiap kios bilamana ada penjual bensin.

“ban nya kempes ya mas?” sapa seseorang sehabis melewati sebuah bengkel. agak malas aku jawab singkat, “bukan mas, bensin abis”. “o,.. di perhubungan mas ada bensin.” “ok terima kasih (tau mas,. . )”, jawabku menengok ke arahnya sambil tetap menuntun vario. “mas, mas,.. sini dulu, aku kasih bensin dikit, biar mas g capek jalan deh,.. ” panggilnya tiba-tiba. ups, sedikit tersentak, orang yang tadi sedikit aku cuekin, ternyata begitu baek hati menawarkan bensin. agak ragu, tapi drpd menuntun lumayan lah,..

“mas, saya beli ajah skalian mas, ada berapa liter?” ucapku ragu-ragu, maklum, mikirin ntar bayar pake apa yah?! “g usah mas, aku kasih dikit aja, yang penting mas g usah jalan kaki, g usah bayar”, ucapnya dengan basa jawa ngoko. uhm,.. selintas aku kepikirin, mungkin krn sama-sama orang jawa dia baek ati. setelah menuangkan bensin secukupnya, ku ulang lagi tawaran basabasiku, “mas berapa ne saya harus bayar?” sambil mengeluarkan dompet (uhm,. . padahal binun juga, 1ooo idr bo!). “g usah mas”, sambil ngeloyor membawa jrigen k dalam kiosnya, tersenyum ringan pula.

uhm,. . sedikit tertohok juga, dari yang awalnya malas, cuek sama orang tsb tapi ternyata dia jua lah sang penyelamat ku, setidaknya untuk tidak menuntun vario lebih lama. keikhlasan dia, dari mulai menyapa, memberi petunjuk sampai menuangkan bensin, dilakukan dengan ikhlas, itu terlihat dari senyum nya yang selalu menghiasi wajahnya selama berinteraksi. uhm,.. alangkah indahnya bilamana moral semua orang seperti itu. alhamdulillah, pelajaran besar aku dapat dari hal yang kecil,..

voucher donasi

siang itu seorang temen bertanya, “have u paid zakat? ntar sore temen dari dd mo datang neh, wanna join?” entah karena lupa atau begitu pedulinya akan pentingnya zakat, temen tsb bertanya sampai 2x, sewaktu miting bulanan serta after lunch. aku angguk aja.

“man, orang dd dah di bawah ne, come here” telp temen sore harinya. turun ke lobby bawah, sudah ada temenku tadi, seorang ‘korban’ laen beserta petugas dd. karena di lobby bisa bicara santai dan rame banyak orang lewat, tak sedikit temens yang nimbrung dan alhamdulillah berhasil menjadi ‘korban’ lain buat membayar zakat.

mungkin karena berhasil membawa banyak ‘korban’ orang dd langsung menawarin temenku menjadi duta zakat dd. sound so interesting.

jadi inget banyak industri yang menggaet seorang artis buat menjadi ambassador brand yang mereka miliki, kayak maria sarapova buat range rover. mbak maria ini dikasih sebuah range rover yang akan dipakai buat kegiatan sehari-harinya, dari mulai latihan, tanding maupun ke catwalk. tentunya ini akan menjadi iklan berjalan pada diri mbak maria, namun berbeda dengan iklan berjalan laen yang menempel pada bus, taksi atau kendaraan umum lainnya. iklan berjalan pada seorang icon tentunya akan lebih mudah menarik banyak korban, terutama dari kalangan penggemar icon tersebut. ini juga terjadi pada seorang temen yang dulu memakai hp siemens karena dia fans mc laren mercedez.

entah karena belum merasa icon di kantor atau gimana, temenku secara halus menolaknya. beban moral kalee,.. meski dah pak haji juga temenku ini, namun sewaktu bercanda sering membuat ku terkejut,.. eh bocor juga euy,..

tak menyerah, orang dd tadi mengeluarkan segempol kartu seperti voucher hp. “wah, jualan voucher hp juga ya mas? beli voucher plus bayar zakat gitu mas?” hampir serentak kami bertanya. orang dd cuman tersenyum. trus dijelasin, ada 4 voucher yang dia bawa, 1oooo, 2oooo, 5oooo serta 1ooooo yang di sebut voucher donasi. artinya bila kita beli voucher tersebut otamatis kita menyumbang sejumlah nominal voucher untuk kegiatan dd sesuai dengan yang tercantum di voucher tersebut.

voucher 1oooo untuk donasi pendidikan unggul bagi dhuafa, 2oooo untuk donasi layanan kesehatan cuma-cuma, donasi 5oooo untuk donasi ? serta 1ooooo untuk donasi ? dan temenku ditawarin untuk ‘menjualnya’.

“oo,.. gitu mas, kirain beli voucher pulsa trus dapat dipotong sedekah atau zakat” komentar ku setelah penjelasan tadi. “wah justru dd pengennya terbalik mas,.. klu beli voucher tersebut nanti dapat bonus pulsa gitu. entah berapa nominalnya sedang di nego. atau kalo bukan pulsa, voucher tadi bisa buat diskon di tempat-tempat tertentu, yang bekerja sama dengan dd. uhm,.. kami mangut-mangut ajah mendengar penjelasannya. “jadi intinya, voucher tadi sebagai pengganti nota gitu yah?” tanya ku. “bener sekali mas” jawabnya.

jadi inget lagi waktu kecil, sering diajak (alm) bapak buat bayar tagihan listrik, air ato telp. terkadang dari pihak pln, pdam ato telkom kasih stiker, yang sering jadi rebutan ma sodara J, yang sebenernya stiker itu adalah bukti bayar (nota) atas amal atau pajak yang telah kita bayar. uhm,.. mirip deh modusnya,..

satu yang sedikit mengganjal, tentunya bilamana ‘pengennya’ dd tadi terkabul. kalo biasanya kita beli sesuatu sambil beramal, itu wajar, sekali merengkuh dayung, satu dua pulau terlampaui. nah yang ini, kita beramal trus dapat ‘pahala’ secara langsung, sehingga ada kesan kurang ikhlas, jangan-jangan niat shadaqah nya karena ‘pahala’ nya, seperti pulsa atau diskon, yang menjadi tujuan utamanya,..

sewaktu membuka pintu kamar kos, terlintas di kepala, tadi aku beli voucher donasi karena voucher nya lutju (karena emang ‘lutju2′) atau bener niat shadaqah? astaghfirullahaladzim,..

bismillah, semoga dikembalikan ke niat yang seharusnya,.. amin,..

‘oo,..’ & ‘lhoo,..’

alkisah ada seorang pasien pengidap kanker prostat stadium lanjut dan memutuskan untuk berobat ke singapura. setelah beberapa minggu berobat, para dokter negeri singa tersebut akhirnya angkat tangan, ‘terima kasih telah berkunjung ke rumah sakit kami, maaf kami tidak banyak membantu, silahkan kembali ke indonesia’ begitu kira-kira ucapan perpisahan dari dokter. sang pasien yang mempunyai semangat hidup tinggi memutuskan kembali ke tanah kelahirannnya surabaya dan melanjutkan berobat di rumah sakit yang ada di kota tersebut.

setelah menganalisa & melihat track record sang pasien, para dokter rumah sakit di surabaya memutuskan untuk menyuntikkan obat pembunuh kanker langsung di pusat kanker prostatnya. ‘ just a simple action gitu loh,.. masak dokter singapura g bisa seh, percuma jauh² buang duit’ begitu komentar para dokter surabaya tersebut. sehari setelah menyuntikkan obat tersebut di pusat kanker nya, hasil scan menyatakan kanker semakin mengecil dan para dokter semakin gembira. hari kedua, ketiga tak kalah menggembirakan, kanker mulai rontok. ‘lhoo,.. ilang kan. klu cuman kayak gini mah surabaya pun bisa’, bangganya. di hari keempat tanda-tanda kanker pun mulai hilang, rontok semua. dan di malam hari nya, sang pasien pun akhirnya meninggal dunia!

‘lho kok?’ heran para dokter tersebut. tim investigasi pun di bentuk. usut punya usut, akhirnya ketemu jawabannya, kanker yang rontok karena obat tersebut ternyata menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung! nah loh! itulah kenapa para dokter di singapore tidak melakukan simple action tersebut, menyuktikkan langsung ke pusat kanker! tanpa komando mereka pun berucap, ‘oo,.. gitu tho,..’, kata-kata yang mungkin juga pernah keluar dari mulut para dokter singapore,.. mungkin lho,..

sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh bos guedhe pada sarasehan dengan para middle management. ngenes emang! nyawa seseorang masih jadi ‘bahan percobaan’ di negeri ini. terlepas dari kondisi kedokteran di indonesia yang ada, pesan yang ditekankan oleh boss guedhe adalah ucapkanlah terlebih dahulu ‘oo,..’ baru kemudian ‘lhoo,..’ bukan berarti harus ada korban terlebih dahulu, tapi carilah pengetahuan terlebih dahulu sebelum melangkah atau membuat keputusan lebih lanjut. ‘lhoo,..’ bisa dicari baik dari buku maupun pengalaman atau pengetahuan orang lain. nah loh,..

click n drag !??

“click itu, pencel tombol mouse satu kali trus lepas om,..

trus tinggal geser ato tarik aja,..

nah itu namanya click & drag” jelas adikku.

om yang sedang mengejar ke-gaptek-annya mengangguk-angguk sambil berucap ‘oo,..’, entah setuju, g tau ato + binun.

“lah klu pencet sekali trus lepas, masak bisa d geser. bukannya kursornya lepas?” timpalku,..

“iya ya,.. yang bener press & drag ding,..”

beli emas

rabu, 3o april 2oo8, o8.3o teng! cek harga emas di logammulia.com & pegadaian.co.id. wuih, harga emas 263.ooo idr/gr euy! sudah sejak februari 2oo8 diriku memantau harga emas melalui kedua website tersebut dan g pernah nangkring < 265.ooo idr/gr, batas maksimal yang aku patok buat membeli emas!

d pegadaian.co.id emang harganya lebih rendah 262.7o5 idr/gr. cuman sayangnya pegadaian tidak jual emas batangan, harga emas yang tercantum di web tersebut berdasarkan harga emas d pasaran internasional dengan perhitungan $ (pantesan harganya ganjil gitu) dan hanya digunakan sebagai patokan buat nilai gadai emasnya.

nah di logammulia.com inilah yang bisa dilakukan transaksi, maklum bapak perusahaannya adalah antam, perusahaan tambang milik negara. so d logammulia inilah satu-satunya kita bisa membeli emas batangan/logam mulia dengan sertifikat resmi yang d akui dunia (menurut brosurnya loh,..).

memasuki area logammulia, terasa banget klu ne toko emas yang bener-bener serius tidak seperti toko emas yang lain. ketika akan melewati gerbang pertama, kita akan dihadapkan beberapa petugas keamanan (bukan satpam loh!) yang segera menginterview, “ada urusan apa pak? mau ketemu siapa pak? sudah janjian pak?”

setelah menjelaskan maksud & tujuannya, barulah bisa melewati gerbang pertama dan kemudian d minta menuju k pos penjagaan untuk mengisi formulir tamu yang rupanya juga berfungsi sebagai tanda pengenal tamu. barulah kemudian d bukakan gerbang lapis kedua untuk bisa parkir vario ku.

memasuki gedung, bertemulah dengan sang cs-nya,.. “o,.. silahkan pesan ke counter sebelah sana mas, ntar abis itu membayar ke kasir sebelah sini dan kemudian tunggu sebentar, ntar masnya akan di panggil untuk menggambil pesanan d ruangan itu” jelasnya sambil menunjukkan arah tempat-tempat tersebut.

“dah pernah beli mas? mau beli berapa gram?” tanya petugas d counter pemesanan. ketika aku jawab belum, kemudian dia menjelaskan ukuran yang tersedia yaitu 1, 2, 2.5, 3, 5, 1o, 15, 2o, 25, 1oo, 25o, 5oo, 1ooo gr. dan semuanya tergantung stock euy! uhm,.. terpaksa ‘mecah’ neh, secara ukuran yang aku pengen beli g ada stock 😦 .

sesuai petunjuk, bon pemesanan aku bawa k kasir dan membayar sesuai harga. pembayaran ternyata bisa dilakukan dengan cara transfer atm ke rekening logammulia di bca ato mandiri. sayang atm yang tersedia d logammulia cuman atm bca duang euy,.. coba klu lebih lengkap,.. kan g perlu repot² bawa uang cash banyak 🙂 .

selagi menunggu panggilan untuk pengambilan barang, ketemulah dengan orang² dari kantor pusat ku yang ternyata sudah biasa membeli emas di logammulia. babibu; “beli berapa gram man?” tanyanya.

“2gr beli 2 buah, bla bla bla,..” jelasku.

“wah kenapa g skalian yg ukuran gedhe? kan lebih murah. klu beli gretongan, jatuhnya mahal loh,..”

“uhm,..mangsudnya,..”

“emang lo g tau? tadi g d kasih tau petugasnya?”

“g tuh,..”

“gini man, harga/gram itu belon termasuk bea pembuatan. tiap ukuran itu punya bea pembuatan masing², neh listnya sambil menunjukkan hasil jepretan kameranya. jadi klu lo beli geretongan gitu, jatuhnya pasti lebih mahal, krn bea pembuatannya tidak berbanding lurus ma ukurannya.”

“o,.. gitu yah? g tau se,.. ya sud lah,.. dah terlanjur euy,.. lagian skalian koleksi tiap ukurannya euy,..” diriku mencoba menghibur diri.

dah hampir sejama menunggu panggilan, keluarlah seorang muda yang berjalan tegopoh-gopoh dibelakang sang majikannya sambil menenteng tas besar dari ruang pengambilan barang. uhm,.. berapa duit tuh,.. sejenak terbayang scene film perampokan,.. smoga g ada orang berniat jelek disini euy,.. amin,..

memasuki ruang pengambilan barang serasa berada dunia ‘gelap’, lorong sempit dengan beberapa kursi dan petugas yang berada d dibelakang teralis besi berlapis kaca dengan cat yang kusam. sebuah lubang di kaca sebagai jalur komunikasi serta cekungan di meja, d bawah teralis, sebagai jalur penyerahan barang.

“2 buah batangan 2grm, bla bla bla,.. bener ya mas? silahkan d cek dulu” bilangnya sambil meletakkan bungkusannya di cekungan meja.

“mas, klu mo cek gramnya bisa kah?”

“oh, itu sudah ada sertifikatnya mas, berat ma kadarnya,. silahkan di cek.”

“o,.. ok makasih,..” diriku menyerahkan bon pemesanan trus mengecek batangan yang dibungkus rapi dengan plastik tebal beserta secarik kertas dengan digital printing yang berfungsi sebagai sertifikat rupanya.

keluar dari ruangan, “man, tadi lo dapat harga berapa?” cerca teman kantor ku.

“263.ooo” jawabku.

“wah beruntunglah dirimu, gue kenal 27o.ooo neh.”

“thanx god then” senyumku “emang katanya ada 2 kali buka harga, pagi jam 8an ma jam12, so jadi beli kah?”

“ jadi lah, dah mpe d sini gituh,..”

“oya, klu mo jual kembali, bea pembuatan tadi diperhitungkan kah?” tanyaku.

“wah g tau man, kayaknya she enggak. coba aja tanya ke mbaknya.”

setelah aku cek k mbaknya, jawaban yang aku dapat semakin menguatkan keraguan temenku tadi. uhm,.. itung d itung, emasku akan balik modal ketika harga belinya min 27o.ooo/gram. trus harga jualnya pasti >27o.ooo! wah,.. kapan dung!!??

mengapa beli emas ???

“ayo man, beli emas sekarang! mumpung harga nya masih 18o.ooo/gram neh, kecenderungannya naek loh, harga minyak juga lagi naek terus ne! kapan beli bareng?” kompor isal.

“mending beli dinar man, dari jaman rasul (7sm) mpe sekarang nilainya sama. harga domba jaman rasul dulu 1 dinar, nah dengan 1 dinar pun sekarang dah dapet 1 kambing layak qurban” jelas ronnie beberapa kali.

“gini man, abis bonusan lalu aku beli emas dengan harga 2oo.ooo/gram. trus 2 minggu kemudian aku cek harganya dah 22o.ooo/gram, kan lumayan atuh,.. lha sekarang tau ndiri harganya euy,..” begitu jelas harry.

“wah, masa foya-foya dah lewat, duit mo dikemanain lagi? dah saatnnya nabung neh, cuman mending bliin emas, nilainya stabil euy,.. tiap dapet rejeki gue sisihkan buat beli emas man,..” alasan iik.

“lumayan mas, selain buat tabungan, sapa tau bisa buat mas kawin,..” temen iik menimpali.

“yakin deh, klu kita menerapkan syariat islam dengan menggunakan dinar sebagai alat tukar perdagangan, perekonomian kita tidak hancur kayak gini” loyhan berdalil.

“nabung yang nggak pernah rugi itu beli properti atau emas. nilainya selalu naik dan pasti dibutuhkan orang, dan orangnya berpunya lagi. jadi nggak bakalan rugi deh. itung-itung skalian buat investasi nak” petuah mom.

bikin paspor

29/sabtu 30 minggu 31/senin 01/slasa 02/rabu 03/kamis 04/jum’at 05/sabtu 06/minggu 07/senin

tanggal 29/12/07 – 02/01/08 adalah standard nya liburan di kantor ku. uhm,. . bingung ngapain aja di kampung, mending bikin paspor ajah, sapa tau ntar maret jadi nonton f1 bareng ponakan di melbourne, amin,..

sayang kantor dirjen imigrasi libur juga di hari kejepit 31/12/07, padahal beberapa orang kujumpai saat kesana sama² kecewanya, kenapa yah libur, kan akhir taon banyak turis juga yang mo ngurus ke imigrasi (kale aja euy,..). pns juga manusia kale, butuh liburan! so, baca² papan informasi deh, gmn caranya dapat bikin, syarat², bea dll.

so, i have only 02/01/08 to get di paspor! secara kamis dah harus nyampe jakarta buat kantoran!

rabu 02/01/08 ±08. 00 wib, halaman kantor imigrasi dah di jejali mobil + motor dengan plat dari berbagai daerah sekitarnya. pasti efek dari liburan panjang neh, jadinya hari pertama pasti antree! begitu masuk pintu depan masih agak canggung, maklum baru pertama kali, mencari² tulisan ‘informasi’, ‘penerangan’ ato ‘custemer service’ (klu di bank²). kok g ada? ketemunya tulisan² ‘loket’ yang tergantung di atas meja pelayanan. mendekat ke petugas yang lagi bengong terjadilah obrolan ;

“pagi mas,.. ”

“bisa di bantu?”

“mo bikin paspor mas,.. ”

“oh gitu, ada ktp, kk, ijazah ato akte kelairan?”

“ada mas,.. tanya sekalian, kalau pegawai emang harus pake surat pengantar dari kantor ya?”

“iya mas”

“oh,..” (wah harus k jakarta dulu neh!!) “uhm,.. klu wiraswasta gmn mas?”

“ga perlu”

“o gitu, lha klu wiraswasta tapi ktp nya di tulis pegwai swasta gmn mas?”

“kok bisa?”

“salah tulis kali mas yang bikin, di kiranya sama² pake ‘swasta’ nya”

“pake surat keterangan dari kelurahan aja mas”

“ok gitu, bisa yah,..”

cepet² menuju rumah pak rt sepulang dari kantor imigrasi. teettt,.. bel pertama yang kubunyikan tidak ada tanda² orang beranjak untuk membukakan pintu. tanda² tak ada kehidupan semakin nyata setelah aku pencet bel yang ketiga kalinya, that”s enough. siang menjelang sore, tanda kehidupan di rumah pak rt masih sama. akhirnya sore my mom just told me that he went for hajj,.. oh,.. betapa g peduli nya ku pada tetangga. so,.. where should i got it? sang sekretaris tentunya. telp tetangga, telp tetanggi, ternyata sang sekretaris tersebut adalah temen maen waktu kecil.

“ga bisa hari rabu ini paspor kelar” begitu analisa ku, so besok cuti 2 hari deh, terpaksa kamis pagi segera ‘reuni’ dengan temen maen waktu kecil, ternyata dia juga bukan sekretaris rt tapi sekretaris rw lebih tepatnya. diperbantukan, begitulah curhatnya. dengan modal surat pengantar rt yang di buatin ‘sang sekretaris rt’ pergi ke kelurahan untuk membuat surat pengantar kelurahan. uang 1oooo idr aku titipkan sebagai ‘keikhlasan’ seperti yang petugas kelurahan bilang, “seikhlasnya aja mas,..” (dalam hati sebenernya akan lebih ikhlas klu bea itu legalkan).

3o menit kemudian dah di kantor imigrasi, tapi g canggung lagi, dah menguasai medan. setelah fotocopy beberapa berkas, trus beli form seharga 1oooo idr. “mas tulis namanya sesuai akte atau ijazah yah” begitu mbak petugas menjelaskan sambil memberikan form pendaftaran kepadaku. o, o,.. i hate this,.. secara namaku luqman klu di liat secara harfiah, bukan lukman seperti di akte dan semua ijazah ku. ini gara² petugas akte jaman dahulu yang teledor ato ortu yang kurang teliti? wallahualam. dengan sangat terpaksa aku mendaftar sesuai dengan nama yang tertera di ijazah, daripada ntar bolak-balik urusan dan jadi lama, pikirku simple. setelah isi form, kembali ke loket sebelumnya dengan petugas yang berbeda;

“bisa di bantu mas?”

“mo bikin paspor,..”

“sudah isi form? persyaratan komplit?”

“sudah mas” (sambil menyerahkan semua berkas yang dah aku lengkapi, petugas terdiam sejenak sambil memeriksa berkas)

“mau kemana mas?”

“ke ozzy ”

“ada keperluan apa?”

“menenggok keluarga, ada kakak disana”

“ke ozzy sama sapa?”

“rencana sama mom”

“kapan?”

“sekitar maret”

“wah jadi tidak terburu-buru yah?”

“emang kenapa?”

“mas nya mo ‘cepet’ atau ‘biasa’?”

“uhm,..” (curiga) “mangsudnya?”

“klu ‘cepet’ itu 2-3 hari tapi klu biasa bisa 2 minggu lebih, mungkin tanggal 14 an”

“loh mas, itu di papan kan tulisannya standar 3 hari selesai?”

“iya mas, klu tidak rame, kan mas liat sendiri, rame banget neh, maklum awal taon”

“o gitu, nah klu masukin sekarang, standar 3 hari, besok jumat dah jadi dong,..” (masih keukeh)

“wah 3 hari itu setelah foto mas (tetap menjawab dengan senyum). kira² foto besok senin ato selasa, trus minggu depannya balik lagi mas (kamis kan tanggal merah, jum’at harkitnas) buat wawancara ma tanda tangan.”

“trus apa lagi bedanya?” (semakin curiga)

“klu mau cepet bea nya 5oo rb mas”

“klu biasa?”

“25o rb” (menjawab dengan tetap menunduk)

“ok deh aku pilih yang cepet ajah!” (wuih,.. terbayang klu harus bolak-balik jakarta-solo dengan sesuatu ketidakpastian, belon lagi masalah ijin kantor, capeekkkk deh,..)

“ok mas, bisa bayar sekarang dan silahkan duduk menunggu di panggil ya, buat ambil foto.”

sewaktu menunggu, ngobrol sesama pencari paspor. bapak yang kuajak ngobrol ternyata seorang pelaut! (jadi inget waktu masih kanak², katanya nenek moyang kita pelaut yah?) dia sudah keliling hampir seluruh dunia ikut kapal tanker. balik kampung buat memperpanjang paspornya dan senasib juga bahwa harus bayar 5oo ribu, tapi dia cerita, “wah mas, di sini enak, ga rumit dan lebih murah, dulu sewaktu di jakarta, klu urusan pengin cepet, minim 8oo ribu an, itu 5 tahun yll” nah loh!

menunggu adalah kegiatan paling menyebalkan! yup, setelah hampir 3 jam menunggu panggilan, akhirnya masuk juga ke ruang foto. duduk sebentar, menunggu 2 orang yang foto, kusempatkan buat ‘make up’! petugas sempat meminta ku untuk pengambilan gambar ulang, entah karena alasan apa, semoga bukan krn objek fotonya ajah, kan foto bagus depend on man behind di gun kan?

keluar dari foto, aku dibekali 1 map berkas untuk di cap ke petugas berikutnya. masih antri juga. iseng aku buka berkasnya,.. “pak ini datanya ada yang ga bener, saya lahir di solo bukan di djogdja, bermasalah kah nantinya?” bilangku ke bapak petugas. “lho anda ini gimana seh!? kok tidak di cek duluan sebelum foto!?” bilangnya membentak. “lha kan tadi saya masuk di suruh duduk tunggu, trus foto, trus di kasih ne berkas baut di anter ke bapak! ga di suruh ngecek!” bilangku g mau kalah. “apa se,..? oh, klu cuma data itu ga penting, gpp!” bilangnya sambil liat kesalahan yang aku tunjukin (uhm,.. tau gitu tadi kutulis namaku pake q bukan k! gumanku dalam hati). “banyak permintaan di percepat ne mas, pusing deh” keluhnya setelah itu. aneh, banyak orang mengambil kesempatan cari banyak ‘rejeki’ ne justru pusing krn banyak saking banyaknya, gumanku lagi,..

kembali ke mas di bagian pelayanan tadi, di bilangnya untuk kembali 2 hari lagi buat wawancara & tanda tangan. itu kan senin yah? “wah mas, besok ajah, jum’at, soalnya senin aku ga bisa” belaku. “iya mas, sebenernya bisa besok tapi ne banyak orang yang antri, mas kan bisa liat sendiri” balasnya. “tapi klu ‘cepet’ kan harusnya bisa, pokoknya saya minta besok pagi, senin aku harus keluar kota”. “ok deh mas nanti saya bantu, tapi ga janji yah, besok abis jum’atan mas bisa telp dulu ke nomor ini” bilangnya sambil menyerahkan kartu namanya. “besok ya mas” kataku trus meninggalkan kantor imigrasi.

sebelum pergi jum’atan, aku telp mas petugasnya,.. rbt sebelum cahaya nya letto membuatku sedikit terhibur sekitar 2 menit sampai suara seorang wanita di seberang menyapa “maaf, telp yang anda hubungi sedang sibuk”. uhm,.. wah kayaknya ntar jum’atan harus doa lebih khusu’ biar paspor bisa jadi ne,.. gumanku.

after lunch aku telp lagi,.. “sudah jadi, silahkan kesini buat tanda tangan mas” balas mas petugas dari kantor imigrasi. alhamdulillah! begitu mo brangkat, hujan deras menggodaku, but daripada senin besok cuti lagi atau harus bolak balik jakarta-solo, mending basah²an 3o menit buat perjalanan ke kantor imigrasi euy, semangatku,.. sampai di imigrasi ternyata pekerjaan membosankan menguji iman ku, menunggu! hampir satu jam menunggu, akhirnya di panggil juga buat wawancara oleh seorang ibu muda yang hamil tua,.. pertanyaannya hampir sama, mo kemana? sama sapa? kapan? + satu pertanyaan, “tidak buat kerja di sono kan mas?” selidiknya. “tidak bu” jawabku. “ok, klu gitu tolong isi surat pernyataan tidak akan bekerja di luar negri dengan paspor ini di atas materai 6ooo”. uhm,..

menunggu lama rupanya menjadi bagian dalam tiap proses bikin paspor. “tunggu tanda tangan pak kepala kantor ya mas” jelasnya sambil mempersilahkan duduk kembali. akhirnya setelah menunggu kembali hampir 1 jam buat tanda tangan kepala kantor imigrasi “mas ini paspornya, silahkan di cek trus tanda tangan disini,.. ”

oalah,.. gini tho bikin paspor,.. kayak gini tho paspor itu,.. gumanku sambil membuka-buka paspor baruku,..