sumimasen,..

“morning sir, do u like fish or chiken for lunch?” tanya mbak prumagari sq.

“it’s that halal?” tanyaku.

“uhm,..” kemudian dia bertanya kepada pramugari laen yang kebetulan lewat d dekatnya “this guy ask me wheter the food is halal or not, what’s halal?”

“oh,.. yes, it’s halal” jawabnya sambil menoleh padaku “all the food is halal sir,..”

“ok, i’ll take fish” jawabku.

uhm,.. entah mbaknya yang pegawai baru ato bener² g tau ato sosialisasi halal yang kurang yah? memang se, bukan garuda tapi sq. kayaknya klu bilang vegetarian lebih aman kali, secara dari makannya pasti g pake daging, begitu pula minyaknya. entah klu peralatan masaknya,.. bismillah wae,.. 🙂

***

“would u like an ice cream?” tanya mbak pramugari, selesai makan siang.

“is that halal?” tanyaku kembali.

“yes, it’s halal”

“ok, i’ll take it”

“but sir” sergahnya, dia tidak jadi melangkah, trus menoleh k diriku.

“yup?”

“it’s tiramisu taste sir. it’s contain a little bit alcohol. r u ok?” jelasnya

“uhm,………….. okay,..” jawabku smbil menarik nafas panjang.

yang haram tu alkohol ato khamer yah? secara nasi pun katanya mengandung alcohol (cmiiw), begitupula tape,.. so,.. it’s okay lah,.. 🙂

***

“u’r ticket sir” bilang petugas imigrasi d narita. trus aku berikan kedua tiket cgk-nrt padanya.

“u’r ticket sir,..” ulangnya.

“that’s my ticket sir,..” jawabku. duh what’s going on neh? tiket nya invalid? kan aku dah nyampe narita!

“i mean, ticket to jakarta” bilangnya dengan ekspresi wajah yang masih sama, sok g berdosa!

“o,.. that’s one,..” jawabku trus mencari-cari tiket balik k Jakarta d balik jaket.

“here it is,..”

pufh,.. dari tadi kek bilang lebih jelas,.. kan jadi liat wajah pak farkhan ketar-ketir ngliat diriku d interogasi lama,.. kasihan dia 😦

***

“hai semuanya,.. kita mo d ajak makan malam bareng sama ??? san, jadi g balik k hotel dulu” cristie berseloroh ke semua rombongan.

“asyik” jawabku. “kita d traktir kan?” tanyaku basa basi.

“eit,.. tunggu dulu man, adat istiadat dsini tuh, klu ngajakin makan bareng, bukan berarti ntrakir. tetap aja bdd, bayar dhewe-dhewe. Udah adatnya spulang kerja nongkrong d café buat makan. Malu mereka klu pulang sore. Mereka itu cuman mo nunjukin ‘disni loh tempat makan enak, rugi jauh-jauh k jepun g mampir kesini’, christie coba menjelaskan.

“yah,..”

***

“guys, sebelah kiri yah,..!” seru christie sewaktu rombongan akan menaiki eskalator di stasiun asakadai.

“emang knp euy?” tanyaku.

“sebelah kanan buat mendahului” jawabnya.

hehehe,.. sempat menganggap lutju, kayak jalan d tol aja euy,.. tapi emang begitulah adanya, sewaktu dah naek, bener aja tuh, orang² pada ‘berlarian’ menyusul dari sebelah kanan.

***

“akihabara nan desu ka?” tanyaku pada seorang gadis yang ikut antri beli tiket. dia tampak masih bengong, melihatku dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“akihabara?” ulangku.

tampaknya gadis itu mulai mengerti. “akihabara? haik,.. @#$%&@#$%& &%$#@! ikebukuro !@#$%& #$%&!@ %&!@#$% akihabara !@#$%&!%”

‘duh apa artinya yah?’ diriku mengerutu, sedikit menyesali kenapa tadi tanya pake nihon go! yang aku mengerti cuman kata ikebukuro trus akihabara. but, setidaknya jadi yakin klu mo k akihabara tu harus ganti kreta, tidak seperti kata p.wimal yang bilangnya bisa langsung naek kreta dari akasadai ke akihabara. pantesan, cari tiket langsung k akihabara g ada!

“ano,.. u are here, then,.. !@#$%&@ $%#@ ikebukuro %&#@!$ changi !@#$%&$# $#@!&%$ akihabara“ dia mencoba menjelaskan dengan bahasa inggris (tetap ja campur nihon-go) sambil tangannya menunjuk peta² yang semuanya bbahasa kanji. dari gerakan tangannya aku lebih mengerti tentunya daripada english nya, kira² ‘klu mo ke akihabara, naek kreta dari sini ke ikebukuro dulu, trus ganti kreta lingkar kota yang mengelilingi tokyo, nah turun di akihabara beberapa stasiun sebelum tokyo’.

“ichi changi?” tanyaku untuk meyakinkan.

“haik, one change” jawabnya.

“o,.. haik,.. domo arigato gozaimasu” balasku berterima kasih, sambil membungkukkan badan tentunya.

“@#$!@#$%& &%$#@!@#$#@!” balasnya.

lho, kok bukannya d jawab do itashimaste yang seperti d buku² pelajaran nihon go yah!?

***

“asahabara nan desu ka?” tanyaku ketika d stasiun ikebukuro kebingungan mencari kreta k akihabara.

“wakarimasen”

“asihabara?”

“wakarimasen”

“akahabara?”

“wakarimasen, akihabara @#$%!& !?”

“haik,..a aa akihabara!” jawabku lega, dasar pelupa!

***

“duh emang g dingin tuh? ujan² begini pakenya jaket ma spatu boot tapi rok nya masih tetap aja tinggi!” komentarku ngliat gaya berpakaian ce² abg jepun.

“uhm,..”

“ato emang saraf kaki buat merasakan suhu itu cuma dari ujung jempol mpe betis ajah yah?” analisisku.

“mungkin ajah kali, coba aja,..”

***

“konbanwa, @#$%&! %$#@!&” sapanya, begitu aku masuk k café tersebut.

“can i take away the food?” tanyaku.

“sumimasen, @#$%!& $@%&%$#@! ?”

“take away” jawabku, sambil memeragakan klu aku beli makanan dsana trus aku bawa keluar untuk d makan d hotel d lantai atas.

“can u speak english?” tanyaku lagi.

“y yes, i can understand u”

“i want take away the food, i’ll buy the food from here, then eat it in my room” jelasku.

tiba² aja dia lari k belakang,.. rupanya memanggil temannya. trus kluar menemuiku beserta 2 orang pelayan perempuan laennya.

“haik,.. take out” potongku, setelah sekilas membaca brosur menu di atas meja dengan tulisan ‘take out’.

“oo,.. yes yes take out, haik haik,.. can,.. can,..”

“these are take out menu” bilangnya sambil menunjuk brosur yang aku baca tadi.

***

“niku dame” kataku ketika memasan makanan yang aman buatku, tanpa sapi kuntet!

“niku dame? @#$%&!&$#@” jawabnya.

“haik, niku dame” bilangku.

“@#$%&! %&@#$!%& &%$#@ ?”

“uhm,.. butaniku dame” ralatku.

“no furk?”

“yup, no pork”

“furk? no furk? haik?”

“yes,.. no furk” bilangku dah laper!

***

“shi-ichi-zero” kataku mantap, ketika meminta kunci hotel. yup, 401, itu no kamarku selama menginap d city inn hotel, asakadai.

“haik,..?” jawabnya dengan nada bingung, seperti g mudeng apa yang aku katakan. bahasa tubuhnya seolah-olah berucap, berapa nomor kamar anda? mohon d ulang apa yang kamu ucapkan,..

“shi-ichi-zero” ulangku.

“…” dia masih diam dengan bahasa tubuh yang sama.

“four-one-zero” akhirnya nyerah juga deh pake english :-).

“aaa,.. yon-ichi-zero,.. haik!” balasnya. bahasa tubuhnya berubah, sudah mengerti apa yang aku maksud. dengan segera dia membalikkan badan dan kemudian mengambilkan kunci kamarku.

sementara aku mengingat pelajaran nihon-go kembali sambil mengurutkan jari untuk berhitung dan berguman “ichi, ni, san, shi/yon, go, roku,..”

“haik,.. yon-ichi-zero,.. yon,..” dengan tersenyum pelayan tersebut memberikan kunci kamar sekaligus meyakinkanku, yang berguman berhitung, klu bilangan 4 di ucapinnya dengan yon, bukan shi bilamana untuk mengucapkan angka seperti no kamar.

‘o iya yah,..’ batinku, “arigato” lanjutku.

***

“ok guys,.. kalian punya waktu 3o menit buat beli oleh²! ini kesempatan terakhir kalian, besok kita check out jam 6 pagi! silakan habisin yen kalian! inget, jam 19.3o kita kumpul d depan pintu mall!” christie memberikan arahan kepada rombongan.

3o menit? uhm,.. kayak d tipi ajah, suruh belanja ngabisin uang cuman dalam itungan menit!

 

3 thoughts on “sumimasen,..

  1. Baru pulang dr jepun neh:-)…btw mungkin lebih aman untuk next trip..bs request moslem meal setelah issued tiket d travel..so aman deh, gk perlu tanya halal or not hehe

    Like

  2. Baru pulang dr jepun neh:-)…btw mungkin lebih aman untuk next trip..bs request moslem meal pas issued tiket d travel..so aman deh, gk perlu tanya halal or not hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s