mencoba nintendo wii

wiientah diriku yang ketinggalan kereta ato karena populasinya yang dikit di indonesia ato emang promosinya kurang, akhirnya kesampaian juga buat cobain nintendo wii. sejak pertama kali muncul taon 2006 an banyak yang bilang klu konsol ini lebih ‘fun’ dari playstation maupun xbox. namun fenomena kemunculan playstation membuat orang memilih berada di comfort zone dengan memilih seri lanjutannya, ps2, dari pada berpaling ke yang lain, wii ato xbox. xbox sendiri secara spesifikasi emang ok, terutama grafisnya, namun harga yang mahal serta langkanya cd game yang kayaknya membuatnya kurang popular, begitu juga wii.

silaturrahmi k rumah budhe hari pertama idul fitri kali ini kayaknya lebih tepat buat ngetest wii. konsol dengan warna putih glossy ini, yang mengingatkan pada produk turunan aplle mulai dari ipod mpe macbook, sangat menyita perhatian. bentuknya simple seperti dvd-rom external namun d bagian depannya tertulis wii. mencari-cari game padnya g ketemu, yang ada semacam remote control ma mini joystick. keduanya bisa d hubungkan dengan kabel untuk maen game tertentu, namun koneksi k konsolnya wireless, alias takadakabel euy. uhm,.. dari sini sudah kbayang betapa ‘fun’ nya ngegame dengan wi, tubuh bisa ikut berekspresi tanpa khawatir konsol tertarik-tarik kabel gamepad.

game pertama d coba adalah tennis,.. hobby se,.. 🙂 yang di pake cuman remote control nya ajah, cuman d genggam biasa sambil berdiri, “g usah d pencet tombol apapun, gerakin tangan sesuai gerakan tennis” intruksi sepupuku. uhm,.. masih mikir, cuman gerakin tangan??? serve pertama oleh sepupu. wush,.. dia membuat gerakan seolah-olah pegang raket trus serve beneran. wow, it’s amazing! (dasar kamso!). kusambut servenya pake forehand,.. ups,.. ayuanan tangan k blakang hampir kena pakdhe! 🙂 wah, need more space neh! secara refleks pun kaki ikutan mengejar bola, padahal g ngaruh! karena arah bergerak mengejar bolanya otomatis d atur dari game.

game selanjutnya golf ma tinju. mungkin karena g pernah maen, masih kikuk buat dapet feeling mengayun stick golf, so it’s become not interesting 🙂 untuk tinju, yang di pake remote control ma mini joystick (keduanya dhubungkan dengan kabel). cuman ketika mencoba membabi buta job-uppercut nya, tampak playernya kurang mengikuti gerakanku. tangan player tampak masih melindungi wajahnya dari pukulan lawan ketika aku uppercut dengan cepat. atawa sama dengan kasus golf, maen tinju emang tidak sekedar langsung maen pukul yah? game selanjutnya d coba sodara yang laen, rawon d meja lebih menggoda ketika tubuh sudah kelelahan mengejar-ngejar bola tennis selama 2 kali pertandingan, jalan-jalan d lapangan golf ma tinju 3 ronde 🙂 . wah jangan-jangan konsol ne bisa menggantikan olahraga euy,.. 🙂

secara umum, konsol ini menyenangkan! amazing! d luar perkiraan! out of the box thingking klu steven covey bilang. secara cerdas para engineer nintendo mendesain wii untuk tidak head to head dengan ps2 ato xbox yang menawarkan grafis tingkat tinggi, mengejar realism. grafis wii boleh d bilang seadanya, kayak pilm-pilm kartun d tipi. yang belum kbayang dan d coba adalah game semacang simcity, spyderman, game petualangan, rpg dll yang menumpuk d meja. it’s not only d game consol but entertain consol. cocok melatih otak dan fisik, g cuman duduk diem d depan tipi doang,..

so, jangan jangan lupa masukkan gelang pengikat k tangan, biar waktu serve, remote control tidak terlempar euy! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s